Apakah aku benar takdirmu ?
Apakah aku yang pantas untukmu ?
Apakah hanya aku yang ada dihatimu ?
Bukan tak yakin..
Hanya masih merasa tak percaya..
Karena sepertinya apa yang kita jalani seperti mimpi..mengalir begitu indah..
Begitu menghanyutkan..
Bukan aku mengharap pertengkaran..
Tapi aku hanya tak mau ini hanya dongeng belaka..

Thursday, July 15, 2010
Friday, June 25, 2010
Ingin Menangis
Ingin menangis
Tapi terlalu banyak mata yang memandangku
kalau aku terisak, pasti sorot-sorot itu diam-diam akan memandangku
Apa sebenarnya yang ingin ku tangisi ?
Aku ingin menangisi hidupku
Kedengaran seperti aku tak bersyukur ya ?
Tapi bukan
Bukan aku tak bersyukur
Aku hanya ingin menangisinya saja
Menangisi setiap likunya
Jalan terjal dan berbatu yang aku tempuh
Juga ingin menangisi hamparan hawa sejuknya
Semuanya
Aku cengeng ?
Mungkin
Manja ?
Bisa jadi
Tapi itu memang aku
Aku yang ingin ku tangisi
:'(
Tapi terlalu banyak mata yang memandangku
kalau aku terisak, pasti sorot-sorot itu diam-diam akan memandangku
Apa sebenarnya yang ingin ku tangisi ?
Aku ingin menangisi hidupku
Kedengaran seperti aku tak bersyukur ya ?
Tapi bukan
Bukan aku tak bersyukur
Aku hanya ingin menangisinya saja
Menangisi setiap likunya
Jalan terjal dan berbatu yang aku tempuh
Juga ingin menangisi hamparan hawa sejuknya
Semuanya
Aku cengeng ?
Mungkin
Manja ?
Bisa jadi
Tapi itu memang aku
Aku yang ingin ku tangisi
:'(
Wednesday, June 2, 2010
Tiada tentu
Lelah . . .
Seakan terpasung dalam indahnya rhytma kehidupan . . .
Terbelenggu ikatan bernama rutinitas . . .
Siapa yang bisa jamin akhirnya bisa seperti harapan sang rumput ?
Mungkin ia layu, karena hujan berganti kemarau sepanjang tahun . . .
atau angin kehilangan arah saat menerbangkan benih-benih asa . . .
Ingin meraung,
merintih,
tapi apa gunanya ?
suara hanya akan membuat lubang itu makin menganga . . .
Hingga hanya terpaku,
diam,
dan menatap kosong tanpa kekuatan untuk sekedar meneteskan air keperihan .
Seakan terpasung dalam indahnya rhytma kehidupan . . .
Terbelenggu ikatan bernama rutinitas . . .
Siapa yang bisa jamin akhirnya bisa seperti harapan sang rumput ?
Mungkin ia layu, karena hujan berganti kemarau sepanjang tahun . . .
atau angin kehilangan arah saat menerbangkan benih-benih asa . . .
Ingin meraung,
merintih,
tapi apa gunanya ?
suara hanya akan membuat lubang itu makin menganga . . .
Hingga hanya terpaku,
diam,
dan menatap kosong tanpa kekuatan untuk sekedar meneteskan air keperihan .
Monday, April 5, 2010
For future ?

Diantara himpitan tugas...
Grr..
Kalo gak mikir demi masa depan dan ortu, mungkin bendera putih udah berkibar..
Apalah para dosen tu, ngeforce tanpa rasa belasungkawa..Y__Y
Whee..pengennya bisa kayak kemarin lagi..
Hari minggu slalu..hohoo..
Mulai dari pagi jalan2 , mancing ( yess, dapat tiga ikan yang berarti 4 cups eskrim,hahahaha ) dan jalan2 lagi..:D :D :D
Menghabisakan waktu kayak kemarin tu bener2 nyenengin, malah rasa na gk cukup wktu na..-_-
*manusia emank gk pernah puas..:p
ditambah lagi pas malam, ujan deraaaaaaaaasss..saya bisa sleep tight..B-)
Tapi hari iniii,,,kembali berkutat dengan tugas..:s
menjalani aktivitas masing2..
lagi2 dengan jdul : DEMI MASA DEPAN !
'Makasi ya bwt kmrn, jeyek..:*
Saturday, February 27, 2010
Forever . . .
Friday, February 12, 2010
T.R.U.S.T

Baginya ini berbeda . . .
Bagi dirinya yang rapuh, itu semua rentan godaan . . .
Sedikit saja hembusan angin atau tetesan gerimis, ia berubah wujud menjadi kepingan..
Bahkan kalau kau tau, ia menguap begitu saja..
Bisakah kau mecairkan sesuatu yang beku, ketika ia telah berhibernasi di kutub sana ?
Lautan omong kosong yang indah itu akan terhapus oleh satu tetes kebenaran yang terkuak..
Kebenaran yang mengoyak asa itu..
Susah untuk didapatkan..
Dan diperlukan lebih banyak peluh untuk mempertahankannya..
Rasa percaya itu..
Saturday, January 30, 2010
Hanya ini..

Dua sisi..
Indah rasa itu jika kau juga sadar..
Rindu menjadi berwarna jika kau juga tau bagaimana debarannya..
Tapi jika tak terbalas?
Cinta pun jadi goresan nestapa..
Bagaikan setiap kuncup bunga yang harus gugur sebelum menebarkan butiran aromanya..
Aku dan kamu..
Anggaplah kita menjadi pemegang kunci hati itu..
Kunci yang hanya satu..
Kalaupun kau paksa untuk mengembarkannya, ia tak kan sama..
Sudah terjamah..berbekas..
Seseorang telah meninggalkan jejak..yang mungkin tak tersapu oleh halus angin itu..
Subscribe to:
Posts (Atom)



